Presiden Resmikan Dimulainya Proyek RFCC


Cilacap - Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meresmikan ground breaking dimulainya proyek pembangunan RFCC (Residuel Fluid Catalytic Cracking) Cilacap, pada 28 Desember 2011. Proyek yang diharapkan dapat mengurangi impor BBM dan produk petrokimia ini diperkirakan dapat beroperasi secara komersial pada akhir 2014. Untuk merealisasikannya, Pertamina menginvestasikan dana sebesar 1,4 miliar dolar AS.
Pembangunan RFCC Cilacap ini merupakan bagian dari program Pemerintah yaituMasterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) terkait dengan pembangunan infrastruktur energi guna meningkatkan ketahanan energi nasional. Proyek ini sesuai dengan rencana Pertamina untuk swasembada bahan bakar pada tahun 2018. Dalam sambutannya, Presiden SBY menjelaskan bahwa dunia memerlukan tambahan komoditas energi sebesar 60 persen. "Oleh karena itulah kalau kita memahami perkembangan dunia dan memahami perkembangan negeri kita, solusinya tiada lain kita harus bisa memenuhi keperluan energi yang makin ke depan akan menjadi tantangan yang tidak ringan," ujar SBY.
Saat ini di Indonesia terus membangun industri energi agar 240 juta penduduk Indonesia terpenuhi kebutuhannya. "Menjadi tujuan dan sasaran kita untuk membangun industri kita bisa memenuhi keperluan rakyat kita," tegas SBY. Usai menyampaikan sambutannya, Presiden SBY menekan tombol sirine, dengan didampingi Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri ESDM Jero Wacik, Meneg BUMN Dahlan Iskaln, Dirut Pertamina Karen Agustiawan dan Gubernur Jateng Bibit Waluyo. Usai acara, Presiden berkeliling meninjau Kilang Refinery Unit IV Cilacap.

Komentar

Postingan Populer